PT LIB Singgung Penerapan Full Bubble, Banyaknya Peserta Klub BRI Liga 1 2021 Jadi Pertimbangan

Kompetisi BRI Liga 1 2021 telah menyelesaikan 5 pekan putaran kedua dan mulai dilanda badai Covid 19 yang menimpa beberapa kontestan. Sejauh ini hampir 100 orang terpapar kasus Covid 19, baik pemain, ofisial hingga pelatih klub BRI Liga 1 2021. Hal ini mulai mendapat sorotan terkait cara penanganan yang dilakukan PT LIB sebagai operator.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno menanggapi badai Covid 19 yang menyerang klub klub di tanah air. Banyak yang menyarankan PT LIB untuk memperketat protokol kesehatan (prokes) dengan menerapkan sistem full bubble. Sebenarnya, sistem full bubble to bubble ini sukses menangkal Covid 19 selama penyelenggara seri 1 dan 2 di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan seri 3 di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Namun memasuki seri 4 di Bali, operator sedikit lebih longgar menurunkan menjadi semi bubble dengan prokes ketat. Sebelumnya event Indonesia Masters 2021, BWF, Indonesia Open digelar di Nusa Dua Badung Bali pada November 2021. Sistem yang diterapkan full bubble dari semua event tersebut. Tak ada satupun atlet berkeliaran liar seperti yang terjadi di Liga 1. "Ini jumlah berapa orang dan lainnya juga menjadi pertimbangan termasuk itu juga tempatnya tadi.

"Ini paling tidak kan satu klub bisa 50 orang pemain official, kira kira begitu," katanya. Sudjarno mengkalkulasi, kurang lebih 800 orang dari semua peserta Liga 1 Indonesia. Apakah jumlah ini bisa ditampung di salah satu hotel di Bali. "Kalau dihitung sekitar 800an sekian orang gitu. Nah ini juga pertimbangan untuk satu hotel misalnya, itu juga menjadi bagian apakah bisa atau tidak dilaksanakan seperti itu. Apalagi dia juga keluar dari hotel ke Stadion stadion yang berbeda," jelasnya.

Hingga saat ini BRI Liga 2021 masih menyisakan 13 pekan lagi. Namun terdapat dua match telah ditunda yakni laga Madura United vs Persipura Jayapura dan PSM Makassar vs Persib Bandung. Makin merebaknya COVID 19 di antara pemain BRI Liga 1 2021, membuat beberapa tim membuat kebijakan untuk memutus rantai penularan. Dua tim, yaitu Arema FC dan Persik Kediri memiliki cara yang berbeda dalam menerapkan kebijakannya.

Hal ini diungkapkan oleh Satgas COVID 19 BRI Liga 1 2021, Dr. Alfan Nur Asyhar. Meningkatnya angka COVID 19 di antara pemain dan ofisial klub, membuat para klub mulai meningkatkan protokol kesehetan atau prokes di lingkungan hotel tempat mereka menginap. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan COVID 19 yang bisa merugikan tim kala bertanding.

Beberapa klub bahkan menerapkan kebijakan mandiri untuk mencegah penularan. Arema FC dan Persik Kediri misalnya menerapkan cara berbeda untuk membuat para pemainnya bisa disiplin. "Yang jadi perhatian saat ini sudah adanya perubahan prilaku, mengikuti prokes yang cukup ketat," ujar Dr. Alfan saat ditemui awak media.

"Pergi keluar baik indoor atau outdoor juga berkurang, desinfektan hotel juga berkala, dan pengecekan dan perawatan AC terutama AC Sentral," "Ada beberapa tim satu kamar satu orang, salah satunya adalah Arema FC, dan itu efektif memutus rantai penularan," sambungnya. "Pertemuan meeting membahas strategi juga kini melalui daring, tidak berkumpul, di jam makan juga bergantian 10 orang,"

"Masker juga berubah dengan lebih banyak menggunakan KN,". Sedangkan untuk Persik Kediri, mereka menerapkan denda kepada para pemainnya jika ke luar kamar hotel tanpa izin. "Juga ada tim yang menerapkan denda kepada pemain yang ke luar tanpa izin seperti Persik Kediri," sambungnya.

Selain itu, juga ada beberapa klub yang meminta pegawai hotel tempat mereka menginap di SWAB seutuhnya. "Untuk hotel, ada yang meminta untuk pegawainya di SWAB Antigen, antisipasi yang dilakukan seperti itu dari klub," sambung Dr Alfan.

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.