Bedah Persaingan Top Skor BRI Liga 1 2021/2022, Spaso Teratas, Ketajaman Ciro, Winger Timnas Nyusul

BRI Liga 1 2021/2022 telah sampai hingga pekan ke 21, selain persaingan gelar juara yang semakin sengit, perburuan gelar top skor pun juga menjadi hal menarik yang patut untuk disimak. Para pesertaBRI Liga 1berbondong bondong mencari striker haus gol baik dari luar maupun dalam negeri. Peran stiker memang begitu berpengaruh untuk mendongkrak performa tim, dengan memiliki predator handal, kans untuk menjadi juara pun juga semakin besar.

Memang dari musim ke musim, klub klub di Indonesia lebih mempercayakan striker asing untuk menjadi juru gedor utama. Namun, bukan berarti striker striker lokal tak mampu menunjukan kualitas dan kemampuannya dalam hal merobek jala gawang lawan. Terhitung sejak dua dekade terakhir, ada tiga striker lokal yang mampu membawa pulang gelar trofi sepatu emas Liga Indonesia.

Nama nama tersebut adalah Bambang Pamungkas (2000), Ilham Jaya Kesuma (2002 dan 2004), dan yang paling ganas legenda Persipura yang kini bermain untuk Borneo FC, Boaz Solossa. Bochi meraih gelar top skor sebanyak tiga kali, yaitu di tahun 2009, 2010, dan 2013. Kini, selain deretan pemain asing, muncul nama nama pemain lokal yang tampil mentereng dan bisa saja menjadi top skorerBRI Liga 1musim ini. Tak hanya yang berposisi sebagai striker, namun juga winger.

Ciro Alves telah bergabung bersama Persikabo sejak musim 2019/2020. Berkat performanya yang cemerlang, ia dipertahankan Persikabo untuk mengarungi BRI Liga 1 musim 2021/2022. Bermain sebagai pemain winger, dirinya memiliki intuisi menyerang dan ketajaman yang luar biasa di depan gawang. Dibantu dengan atribut bribel bolanya yang cemerlang, nama Ciro Alves bertengger di jajaran calon top skor BRI Liga 1 dengan torehan 13 gol.

Pelatih Persikabo, Liestiadi paham betul cara untuk memaksimalkan atribut mencolok Ciro. Bermain sebagai sayap kanan, pergerakan Ciro sangat cair, ia bisa sewaktu waktu berada di tengah dan kotak penalti untuk menyelesaikan peluang. Ciro tak kesusahan untuk melewati 2 hingga 3 pemain memanfaatkan kemampuan olah bolanya yang mumpuni.

Liestadi mensiasati hal tersebut dengan membebaskan Ciro untuk bergerak, dan bermain menusuk, urusan menyisir dari tepi lapangan, lebih ia berikan kepada barisan full back Persikabo. Hampir di setiap pertandingan nama Ciro selalu ada dalam starting line up , perannya begitu vital untuk mendongkrak posisi Persikabo yang masih tertahan di papan tengah. Tanggung jawab sebagai kapten pun juga diberikan kepada pemain berusia 32 tahun itu untuk memimpin pasukan Perikabo di lapangan dan ruang ganti.

KemampuanMarco Simicdalam urusan merobek jala gawang lain tak diragukan lagi, bersama Persija, pemain berusia 33 tahun tersebut tampil begitu mentereng. Tahun 2019 lalu, Simic menjadi pemain tersubur di Liga 1 Indonesia. Dari 32 penampilannya bersama Macan Kemayoran, penyerang asal Kroasia ini mencetak 28 gol.

Capain Simic ini bisa unggul jauh dari pesaing terdekatnya saat itu, Alberto Goncalves yang hanya mampu menorehkan 18 gol bersama Madura United. Simic merupakan bomber dengan atribusi terlengkap yang dimilikiPersija Jakarta. Sang striker memiliki kualitas kaki kanan dan kiri dengan sama baiknya. Selain itu ia juga handal dalam melakukan duel udara.

Ditopang oleh Riko Simanjuntak dari sisi sayap, Simic begitu ganas dalam melakukan finishing untuk mencatatkan namanya di papan skor. Musim ini, pemain asal Kroasia tersebut telah menyumbangkan 12 gol untuk Persija di BRI Liga 1 Indonesia musim ini. Stiker yang dinaturalisasi oleh Indonesia di tahun 2017 itu punya catatan konsisten di Liga Indonesia setiap tahunnya.

Striker milikBali Unitedtersebut mengemas 16 gol dari 31 penampilan di Liga 1 2019. Penampilan moncernya untuk Bali sama seperti ketika membela Bhayangkara FC. Ia berhasil mencetak 13 gol padahal baru bergabung di putaran kedua. Spaso memiliki insting mencetak gol yang tinggi, penamapatan posisinya begitu baik, ia selalu bisa berada di posisi yang tepat untuk menyambut umpan dari rekannya.

Ditopang oleh Stefano Lilipaly dan winger lincah macam M. Rahmat di Bali United, ia telah menyumbangkan 14 gol di musim ini. Jumlah gol tersebut jelas akan terus bertambah, meskipun sudah berusia 34 tahun, Spaso tak kehilangan sentuhan magisnya. Ia memiliki atribusi yang lengkap sebagai goal getter, kemampuan kaki kiri dan kanan sama baiknya, dual udara juga begitu mumpuni, ia juga masih memiliki stamina yang prima.

Irfan Jaya merupakan rekrutan teranyar Bali United yang diboyong dari PSS Sleman di tahun ini. Atribusi pemain berusia 25 tahun tersebut adalah kecepatan berlari dan kemampuan dribelnya luar biasa. Tak hanya itu, ia juga memiliki finishing yang ciamik, meskipun bermain sebagai winger, Irfan Jaya telah menyumbangkan 6 gol di BRI Liga 1 musim ini.

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic tahu betul cara memanfaatkan kemampuan sang pemain. Irfan Jaya bermain lebih menusuk bersama PSS, ia sering berada di kotak penalti ketika winger lain ataupun striker PSS menguasai bola. Striker anyar Laskar Sembada, Nemanja Kojic mampu menjadi pemantul untuk sang pemain.

Salah satu contohnya adalah golIrfan Jayasaat PSS Sleman menjamu Barito Putera,Irfan Jayayang berlari menusuk dari sisi kanan mendapatkan umpan sundulan kepala dari striker asal Serbia tersebut. Dengan tenang, Irfan jaya mampu menaruh bola ke arah pojok kanan Barito yang dijaga oleh Aditya Harlan. Irfan Jaya merupakan langganan Timnas Indonesia, baik sejak era Luis Milla ataupun Shin Tae yong, pemain kelahiran Bantaeng tersebut selalu masuk di dalam skuat.

Bermain di Piala AFF, Irfan Jaya adalah top skor Timnas Indonesia dengan sumbangan 3 golnya. Kini, dengan bergabungnya ia bersama Bali United, potensi untuk menambah pundi pundi golnya di BRI Liga 1 semakin bertambah. Kedalaman skuat yang dimiliki Bali United akan membantunya menceploskan bola ke gawang lawan.

Bisa dibilang striker asing milik Bhayangkara FC ini merupakan striker paling berbahaya yang ada di BRI liga 1 Indonesia musim ini. Memiliki postur 186 cm dengan badan yang begitu kekar tak membuatnya kehilangan kecepatan, ia rajin mengajak lari bek bek lawan dan mampu lolos dari penjagaan berkat posturnya tersebut. Ezechiel juga memiliki kemampuan duel udara yang mumpuni, tak jarang gol golnya berasal dari sundulan kepala.

Pemain berusia 33 tahun tersebut sudah mencetak 9 gol untuk Bhayangkara musim ini. Nama Ezechiel sudah melambung di pesepakbolaan Indonesia sejak kedatangannya di Pesib pada tahun 2018. Bersama Persib, striker asal Chad tersebut mampu menyumbangkan 40 gol dari 69 pertandingan di seluruh kompetisi.

Jelas ia menjadi salah satu striker asing yang diperhitungkan untuk menyabet sepatu emasBRI Liga 1musim ini, atribusinya begitu lengkap sebagai goal getter. Apalagi ia ditopang oleh gelandang andalam Timnas Indonesia, Evan Dimas, serta winger energik Andik Vermansyah. Ilija Spasojevic, Bali United (14 gol)

Youssef Ezzejjari, Persita Tangerang (14 gol) Ciro Alves, Persikabo (13 gol) Marko Simic, Persija Jakarta (12 gol)

Taisei Marukawa, Persebaya (12 gol) Carlos Fortes, Arema FC (11 gol) Francisco Torres, Borneo FC (11 gol)

Ezechiel N'Douassel (Bhayangkara FC) 9 gol Wander Luiz (Persib Bandung) 6 gol Irfan Jaya(PSS Sleman) 6 gol

Rafel Silva (Madura United) 6 gol

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.